Cloud Hosting Indonesia
Networking

Memahami Fitur Received Signal Strength Indication (RSSI) Pada Wireless dan Implementasinya

Receiver Signal Strength Indicator atau singkatan dari RSSI, ini adalah ukuran seberapa baik perangkat Anda dapat mendapatkan sinyal dari titik akses point atau wifi. RSSI ini sangat berguna bagi Anda yang mengelola Access Point (AP) dalam jumlah banyak atau akses untuk publik, karena berkaitan dengan cukupnya sinyal agar mendapatkan hasil koneksi yang baik. Setiap wifi card atau alat penerima sinyal wifi akan berbeda-beda kemungkinan besaran dbm akan berbeda antara satu device dengan device yang lainnya.

dBm dan RSSI adalah unit pengukuran yang berbeda namun keduanya mewakili hal yang sama yaitu kekuatan daya sebar sinyal. Perbedaannya adalah bahwa RSSI adalah indeks relatif, sedangkan dBm adalah angka yang mewakili tingkat daya dalam mW (miliwatt).

Sebetulnya bukan hanya RSSI saja yang harus diperhatikan, namun perlu adanya penyesuaian Channel dan tx power agar user dapat menggunakan koneksi secara lancar. Namun pada artikel ini, saya hanya akan membahas mengenai RSSI.

RSSI adalah istilah yang digunakan untuk mengukur kualitas relatif dari sinyal yang diterima ke perangkat, tetapi tidak memiliki nilai absolut. Standar IEEE 802.11 menetapkan bahwa RSSI dapat dalam skala 0 sampai dengan 255 dan bahwa masing-masing produsen chipset dapat menentukan nilai maksimumnya dia sendiri. Misalnya salah satu perusahaan network card menggunakan skala 0-100, sedangkan perusahaan lainnya menggunakan 0-60.

Untuk mengukur bagus atau tidaknya kekuatan sinyal, Anda bisa menggunakan software untuk melakukan pengecekan kekuatan sinyal yang didapat, pengguna tidak ingin tau ke titik AP mana dia akan terkoneksi, yang penting sinyal bagus dan internet lancar. Inilah yang menyebabkan kenapa kita harus menentukan RSSI pada setiap AP agar user mendapatkan sinyal dan AP yang sesuai.

Untuk melakukan pengetesan, Anda dapat menggunakan aplikasi sederhana namun sangat berguna bagi kita sebagai admin network agar dapat menentukan RSSI yang sesuai. Aplikasi yang dapat digunakan adalah Wifi Analyzer. Anda dapat mengunduhnya di play store ataupun di apple store.

Berikut ini adalah contoh pengecekan sinyal pada wifi pribadi saya,

pada wifi rhiel.id besaran dbmnya adalah -37dbm ini menunjukan sinyal yang sangat baik, dan perlu diingat semakin mendekati 0 maka semakin bagus. Untuk lebih memahami batasan RSSI lihatlah tabel berikut ini:

Kekuatan sinyalKeterangan
-30 dBmSangat baik
-65 dBmBaik
-70 dBmCukup
-80 dBmBuruk
-90 dBmSangat Buruk

Perlu Anda ketahui juga, sesuai pengalaman dalam 1 AP jika semuanya dalam sinyal yang bagus, namun ada 1 orang saja yang mendapatkan koneksi yang kurang bagus, biasanya link pada AP itu akan drop (degrade), maka dari itu perlu adanya pembatasan pada RSSI ini.

Dan pengalaman lainnya adalah, terdapat 1 AP dekat dengan user tersebut, namun ternyata user tersebut malah mengambil titik AP terjauh, yang mengakibatkan sinyal pada user tersebut hilang timbul. Device user terkadang bukan memilih AP terdekat, namun memilih pada AP mana yang tidak sibuk oleh transaksi data, maka dari itu device user akan mengalami gangguan sinyal, seperti hilang timbul wifi, putus tiba-tiba maupaun koneksi yang tidak lancar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita harus menyesuaikan besaran minimum setiap AP jika AP di lokasi Anda memang banyak, namun jika sedikit boleh disetting atupun tidak. Studi kasus kali ini adalah, menggunakan AP unifi dengan jumlah yang banyak dan dengan jarak yang berdekatan.

Lihat gambar berikut ini:

deretan AP pada setiap ruangan, jika tidak ditentukan -rssi nya maka user akan mengalami kendala seperti yang saya sebutkan diatas. Jika kondisi AP anda seperti ini, maka perlu adanya survey pada ruangan-ruangan tersebut, agar user mendapatkan titik AP sesuai pada ruangannya. Misalkan -55 per AP, atau bisa saja berbeda karena jarak dan tebal dinding. Anda harus melakukan survey dan ujicoba, apakah sudah sesuai atau belum. Silahkan dianalisa hingga mendapatkan hasil yang terbaik.

Pada unifi controller terdapat Advance Feature untuk mengaktifkan batasan rssi ini. Setelah diaktifkan, Anda bisa mengatur berapa dbm yang sesuai untuk lingkungan access point yang Anda buat.

Jika Anda ingin menggunakan fitur rssi ini, perlu dilihat juga access point apa yang Anda gunakan, misalnya pada wireless mikrotik,

fitur ini Anda bisa menemukannya pada fitur Access List, silahkan cek pada access point Anda. Jika tidak ada, Anda bisa menggunakan fitur lainya yaitu pengaturan TX power. Pembahasan TX power akan dibahas lebih rinci lagi pada artikel selanjutnya.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

_rhiel_


Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top