Rhiel ID

General Article

Mau tau perbedaan teknologi Hybrid Standard dan Full Hybrid pada Mobil?

Maraknya isu pencemaran lingkungan karena polusi, ditambah tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat para produsen mobil berlomba-lomba untuk membuat inovasi mobil yang irit bahan bakar tetapi juga ramah lingkungan. Namun, umumnya mobil yang irit bahan bakarnya atau mobil yang bukan menggunakan tenaga pacu bensin, menjadikan performa kendaraan menurun. Tentu saja hal ini tidak disukai oleh para konsumen.

Oleh karenanya, Toyota membuat teknologi mobil dengan tenaga Hybrid untuk mencapai tujuan mewujudkan mobil yang irit bahan bakar tanpa mengurangi performa dari mobil itu sendiri. Hal ini bisa terjadi karena kendaraan Hybrid menggunakan penggabungan manfaat dari kedua tenaga pacu tersebut, yaitu bensin dan motor listrik. Lantas, bagaimana cara kerja mobil bertenaga Hybrida?

Maraknya isu pencemaran lingkungan karena polusi, ditambah tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat para produsen mobil berlomba-lomba untuk membuat inovasi mobil yang irit bahan bakar tetapi juga ramah lingkungan. Namun, umumnya mobil yang irit bahan bakarnya atau mobil yang bukan menggunakan tenaga pacu bensin, menjadikan performa kendaraan menurun. Tentu saja hal ini tidak disukai oleh para konsumen.

Oleh karenanya, Toyota membuat teknologi mobil dengan tenaga Hybrid untuk mencapai tujuan mewujudkan mobil yang irit bahan bakar tanpa mengurangi performa dari mobil itu sendiri. Hal ini bisa terjadi karena kendaraan Hybrid menggunakan penggabungan manfaat dari kedua tenaga pacu tersebut, yaitu bensin dan motor listrik. Lantas, bagaimana cara kerja mobil bertenaga Hybrida?

Cara Kerja Mobil Toyota Hybrid Standard dan Full Hybrid

Sebelumnya, perlu dipahami ada dua jenis mobil Hybrida, ada yang Full Hybrid dan juga yang Standard Hybrid. Cara kerja mobil Hybrid Standard adalah sebagai berikut:

  • Pada saat mobil dinyalakan dan mesinnya mulai panas, generator akan mengubah energi yang dihasilkan mesin bensin menjadi energi listrik. Pada saat ini pulalah baterai terisi
  • Saat mobil dibawa pada kecepatan 60 – 80 km/jam, maka tenaga penggerak akan diubah ke mesin bensin. Saat baterai kekurangan dayanya, energi yang dihasilkan dari mesin bensin akan diubah oleh generator untuk menjadi charger.
  • Untuk menyalip, mobil harus memiliki tenaga akselerasi yang tinggi. Pada saat inilah kedua meisn penggerak digunakan bersamaan sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
  • Pengereman mobil Hybrid Standard menggunakan sistem pengereman regeneratif atau regenerative braking. Begini, jika mengerem pada mobil Non-Hybrid tenaga mobil akan jadi sia-sia. Namun, tidak pada mobil Hybrid. Putaran roda mobil Hybrid saat pengereman berfungsi sebagai generator, di mana energi gerak diubah menjadi energi listrik.
  • Saat berhenti sementara, misalnya terjebak macet, mesin akan mati seluruhnya. Energi untuk AC, audio, dan peralatan yang membutuhkan listrik lainnya pada mobil mengambil daya dari baterai.

Selanjutnya kami akan membahas mobil Full Hybrid, yaitu:

  • Pada mobil Full Hybrid, daya untuk menyalakan peralatan elektronik di dalam mobil, seperti AC, layar, audio, lampu, dan sebagainya, didapat dari baterai. Mesin mobil hanya akan menyala saat baterai dalam kondisi tidak penuh.
  • Pada akselerasi awal, kecepatan mobil akan sedikit rendah karena listrik mengambil daya dari baterai. Saat kecepatan mobil di bawah 20 km/jam daya diambil dari baterai dan BBM mati dengan sendirinya. Jadi, saat macet irit bahan bakar.
  • Pada kecepatan jelajah, bensin dan listrik bersamaan digunakan, sehingga bergerak lebih cepat.

Auto2000 merupakan jasa penjualan, perawatan, perbaikan, dan penyedia suku cadang Toyota sejak tahun 70-an. Toyota Hybrid dengan tipe yang dibutuhkan konsumen bisa dicari di https://auto2000.co.id/cars_list/toyota-new-camry-hybrid/

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top