All for Joomla All for Webmasters

Rhiel ID

General Article

Bisnis Model dalam Business to Consumer (B2C)

Kembali membahas mengenai E-Commerce, setelah memahami jenis-jenis model bisnis dalam e-commerce, kali ini kita akan membahas model bisnis dalam salah satu model yang ada di e-commerce tersebut. Kita sudah mengenal istilah Business to Consumer (B2C), model B2C adalah mereka yang menjual produk atau jasa secara langsung kepada pribadi/pelanggan. B2C ini melakukan transaksi dengan menggunakan Internet. B2C ini biasanya melakukan transaksi dengan menggunakan portal jual beli, misalnya jasa tour & travel, penjualan online, situs jual hardware atau sotware.

Model B2C berfokus kepada penjualan secara langsung antara pelaku bisnis dan konsumen melalui sebuah situs yang kita sebut degnan portal/situs e-commerce. Ciri khas dari B2C ini adalah volume pembelian yang lebih rendah dan harga produk akan lebih tinggi dari pada B2B, karena pangsa pasar nya hanya pembeli akhir/konsumen.

Dalam model bisnis B2C terbagi menjadi empat (4) kategori utama yaitu:

  • Penjualan Langsung
  • Perantara Online
  • Penjualan Berbasis Iklan
  • Penjualan Berbasis Biaya

Dapat kita lihat pada ke 4 kategori tersebut, yang membedakan adalah audiens/tujuan pembeli.

Penjualan Langsung

Pada model ini sering kita temui yaitu pengecer barang secara online, menjual produknya secara langsung ke pelanggan melalui website. Produsen produk menggunakan internet sebagai katalog dan saluran penjualan untuk menghilangkan perantara. Misal saja penjual hardware/software yang disediakan oleh Bhinneka (bukan merchant) yang menjangkau pembeli secara luas dan langsung. Melakukan transaksi secara online, pembeli dapat memilih secara langsung dan melakukan pembayaran.

Perantara Online

Perantara secara sudah sering kita jumpai skarang ini, dengan secara online jenis ini melakukan fungsi yang sama seperti broker. Bisnis yang dibantu oleh penyedia layanan perantara ini memberikan beberapa manfaat. Broker tersebut akan mendapatkan fee dari setiap penjualan mereka. Kita sebut saja olx, bukalapak, elevania, bhinneka (merchant) dan situs-situs lainnya yang memberikan jasa untuk menempatkan barang yang akan dijual kepada user.

Penjualan Berbasis Iklan

Kepopuleran situs e-commerce bergantung pada bagaimana dia melakukan promosi situsnya ke pelanggan. Untuk melakukan promosi tersebut, situs e-commerce tidak bisa mempromosikannya dengan memasang iklan pada situsnya sendiri. Maka pemilik bisnis tersebut harus mencari penyedia layanan Iklan.

Penjualan berbais iklan disini adalah, suatu situs tertentu yang menjual layanan jasa berupa pemasangan iklan, dimana iklan tersebut dipasang pada situs yang sudah tinggi trafficnya, dengan semakin tinggi traffic kemudian iklan tersebut muncul dengan berupa banner/bentuk iklan dengan sedemikian rupa. Kita sebut saja Google AdWords, dan penyedia layanan advertiser lainnya. Pendapatan akan didapat dari pembayaran jasa untuk setiap situs yang memasang iklan tersebut.

Penjualan Berbasis Biaya

Pada model ini dikenal juga dengan sistem subscriber, dimana Anda harus membayar pada suatu layanan atau jasa yang Anda gunakan. Kita sebut saja google cloud, layanan berbasis cloud yang disediakan oleh google ini memberikan banyak layanan komputasi online bagi pelanggan, mulai dari cloud storage, cloud vpn, big data dan aplikasi developer lainnya. Pada model ini, Anda akan membayar layanan tersebut secara bulanan jika tidak membayar biaya tersebut, tentulah layanan Anda akan terhenti. Contoh lainnya adalah situs yang memberikan layanan film seperti Netflix, atau situs penjualan theme situs CMS.

_rhiel_

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top